Program alih fungsi untuk memenuhi kekurangan guru produktif

Share

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan perlu melakukan cara strategis pada tahun 2016, yaitu akan melaksanakan Program Sertifikasi Pendidik Dan Sertifikasi Keahlian Bagi Guru SMK/SMA atau yang dikenal dengan program Alih Fungsi.

Program alih fungsi untuk memenuhi kekurangan guru produktif

Program alih fungsi untuk memenuhi kekurangan guru produktif

Salah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Melalui Inpres ini, Mendikbud diinstruksikan untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di SMK.

Menindaklanjuti Inpres tersebut dan dalam rangka penataan dan pemenuhan guru produktif di SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan perlu melakukan cara strategis pada tahun 2016, yaitu akan melaksanakan Program Sertifikasi Pendidik Dan Sertifikasi Keahlian Bagi Guru SMK/SMA atau yang dikenal dengan program Alih Fungsi. Dengan program alih fungsi guru tersebut, diharapkan dapat memenuhi kekurangan guru produktif di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program Alih Fungsi bertujuan:
1. Untuk Meningkatkan kompetensi guru SMK dan SMA yang mengampu mata pelajaran adaptif untuk memperoleh kompetensi keahlian tambahan dan mampu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK.
2. Memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK khususnya untuk 4 bidang prioritas yaitu maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa.

Manfaat :
1. Guru memperoleh sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian sesuai dengan kompetensi keahlian.
2.Proses pembelajaran di SMK lebih optimal sesuai dengan prinsip profesionalisme dan kewirausahaan.
3. Lulusan SMK mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang keahlian sehingga mampu bersaing di dunia kerja terutama menghadapi MEA.

Sasaran :
Program sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian bagi guru SMK/SMA (alih fungsi) pada tahun 2016-2017 diperuntukkan bagi 15.000 guru yang berasal dari guru SMK dan SMA.

Persyaratan Peserta :
1. Usia maksimal antara 45 s.d 55 tahun sesuai dengan karakteristik kompetensi keahlian.
2.Guru mata pelajaran yang diidentifikasi kelebihan guru, yaitu: guru SMK adaptif (PKn, Matematika, Seni Budaya, IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI); dan guru SMA (PPKn, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi, Bhs Asing Lain, Antropologi, TIK).
3. Mengikuti tes minat dan bakat (khusus bidang seni/ekonomi kreatif)
4. Mempunyai minat terhadap salah satu kompetensi pada program keahlian tertentu pada kelompok bidang keahlian
1. Maritim
2. Pertanian
3. Pariwisata
4. Ekonomi Kreatif
5. Teknologi dan Rekayasa

Pendaftaran :
1. Guru melakukan pendaftaran melalui laman http://alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id.
2.Klik menu daftar pada kanan atas dari laman tersebut
3. Masukkan kode registrasi pada kotak isian, tandai pada kotak “saya bukan robot”, kemudian klik tombol daftar
4. Pada laman registrasi, masukkan alamat email dan password, kemudian klik tombol daftar
5. Baca petunjuk pendaftaran pada laman registrasi, untuk melakukan langkah berikutnya

Beberapa catatan:
1. Bagi guru yang ditawarkan alih fungsi tidak perlu resah dan tidak merupakan kewajiban, pemerintah hanya menawarkan kesempatan, bila merasa telah nyaman dengan pelajaran yang diampu saat ini silakan tetap dipelajaran yang lama.

2. Guru yang melamar juga tidak langsung diterima, harus melalui test untuk melihat kemampuan berkembang di mata pelajaran yang baru.Waktu satu tahun untuk alih mata pelajaran cukup karena mereka akan melalui proses in dan on masing-masing tahap dengan mengasah kemampuan di kelas dan DUDI.

3. Materi yg diberikan lqngsung tertuju kepada materi pembelajaran beserta metodologinya. Dididik 5 tahunpun di perguruan tinggi belum tentu mendapat pengalaman lapangan yg lebih baik dari diklat teknis seperti ini, karena di perguruan tinggi tentu banyak materi umum lainnya, materi umum ini tentu telah diperoleh oleh guru saat mereka kuliah.

4. Nama-nama yang ikut alih fungsi sudah ada undanganya dari dirjen GTK, bagi yang sudah ada namanya bisa mendaftar secara online karena sudah ada kode registrasinya. Undangan dan Kode Registrasi dapat dilihat di Sim GPO.

5. Bagi yg tdk ada namanya dan berminat dapat mengusulkan ke sekolah melalui MKKS SMK, dari MKKS akan diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan selanjutnya disahkan Dinas Provinsi baru dikirim ke pusat, pendaftaran manual ini ditunggu sampai tanggal 17 Oktober 2016.

6. Bagi yang belum sertifikasi dan ikut alih fungsi akan mendapat 2 sertifikat yaitu sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian dan mengajarnya harus sesuai dengan kompetensi yang diambil pada saat alih fungsi, jadi tidak lagi berdasarkan ijazah tetapi berdasarkn sertifikat keahlian

sumber : alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id


Tulisan ini dipublikasikan di info kini dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *