Pokemon Go memerlukan kontrol orang tua, guru dan masyarakat

Share

Sedang ramai-ramainya Pokemon Go di kalangan masyarakat kita. Tak jarang mereka harus membagi konsentrasi antara mengendarai kendaraan dan menangkap pokemon. Dikhawatirkan saat anak bermain Pokemon Go, anak bisa menjadi begitu terobsesi menangkap Pokemon, sehingga akan membuat anak-anak lengah dengan kondisi di sekitarnya. Orang tua maupun orang yang lebih dewasa perlu memantau agar anak tidak kecanduan dan rentan terkena bahaya.

Pokemon Go memerlukan kontrol orang tua, guru dan masyarakat

Pokemon Go memerlukan kontrol orang tua, guru dan masyarakat

Polri memperingatkan para pemain Pokemon Go untuk lebih berhati-hati. Pemain diimbau agar jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat lain yang tidak memainkan permainan tersebut.

“Masyarakat perlu berhati-hati, apalagi kegiatan itu dilakukan di ruang publik jadi harus berhati-hati,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Kamis pagi.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi meminta orang tua tetap mengawasi anak-anaknya pada saat game Pokemon Go sedang merambah.
Seto mengatakan, pengawasan ini dilakukan agar anak anak tetap bisa berada dalam situasi aman.

Seto mengatakan, gim Pokemon Go di satu sisi memiliki dampak positif terhadap perkembangan anak. Sebab, dari gim tersebut anak anak menjadi kreatif, terhibur dan mengasah kemampuan motoriknya.

“Hanya sebagaimana permainan lain. Kalau sudah berlebihan dan tidak kenal waktu, tidak seimbang dengan aktivitas lain, lupa belajar, ibadah, kegiatan keluarga di rumah itu juga bahaya. Jadi, mohon ada pengawalan dan kontrol dari orang tua,” ujar dia.

Ketika anak sudah keluar rumah, Seto meminta orang tua tetap mengawasi anak-anaknya. Misalnya di dalam kompleks, bekerja sama dengan masyarakat RT-RW untuk memastikan bahwa kompleksnya aman. “Jangan sampai situasi tidak aman, anak bermain justru terpancing menjadi korban kekerasan, kecelakaan,” ujar dia.

Sementara itu, Seto mengingatkan gim merupakan alat, jangan sampai sang pemain diperalat oleh permainan ini. “Kalau lepas dari pengawasan orang tua, pendidik, itu bisa berbahaya bagi anak.” ujar dia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengimbau agar orangtua bisa ikut terlibat terhadap pengawasan anak dalam permainan Pokemon Go. Dia menyebut bahwa peran orangtua sangat diutamakan dalam hal ini.

“Untuk Pokemon Go, ya orangtua pastinya harus memberi arahan dan, orangtua harus terlibat. Bila anaknya main Pokemon, orang tua harus beri batasan ,” kata Anies kepada Sindonews, usai melakukan rapat, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Imbauan yang diberikan bukan saja pada anak, tetapi dia juga mengingatkan kepada para pekerja yang harus tetap mengedepankan pekerjaannya. Anies menegaskan, adanya permainan Pokemon Go jangan sampai mengalihfungsikan suatu perkerjaan.

“Dan harus hati-hati, bagi mereka yang bekerja, bekerja aja jangan main Pokemon. Harus fokus dengan pekerjaan jangan malah main-main Pokemon. Game apapun, bukan hanya Pokemon. Jam kerja ya harus bekerja. Di lingkungan kami (Kemendikbud) juga tegas. Disaat jam kerja ya harus kerja,” jelasnya.

“Gini ya, mainan apapun, dikerjakannya pada saat sedang santai, mainan apapun. Jadi waktu nya bekerja ya bekerja. Jadi yang bahaya itu bermain saat bekerja, atau bekerja saat bermain. Hati -hati itu buat semuanya,” tambahnya.

Dari berbagai sumber


Tulisan ini dipublikasikan di Serba-serbi dan tag , . Tandai permalink.