Penilaian Hasil Belajar Kurikulum 2013 edisi Revisi 2016

Share

Perubahan kurikulum 2013 pada tahun 2016 memiliki pokok bagian penting yang harus rekan guru cermati pada tahun 2016 ini, Inilah hasil pelatihan kurikulum 2013 berbagai point perubahan kompetensi yang berubah. Berikut ini info pelatihan K-13 revisi 2016 mengenai Penilaian Hasil Belajar Kurikulum 2013 edisi Revisi 2016. Penilaian Hasil Belajar Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016
Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan pada akhir satuan pendidikan dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

Lingkup Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan, dan lingkup penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Untuk penerapan penilaian tersebut perlu disusun panduan berupa model penilaian dan hasil belajar implementasi Kurikulum 2013 pada SMK.

Ruang Lingkup Model Penilaian Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik SMK ini meliputi penilaian kinerja, prinsip-prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian, teknik dan instrumen penilaian, pengolahan hasil penilaian dan tindak lanjutnya, serta pelaporan capaian kompetensi peserta didik dalam bentuk rapor.

A. Penilaian Sikap
Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar kelas sebagai hasil pendidikan. Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap ditujukan untuk melakukan pembinaan dan pembentukan perilaku peserta didik sesuai butir-butir nilai sikap yang tertera pada KI-1 dan KI-2 yang terintegrasi pada setiap pembelajaran KD dari KI-3 dan KI-4. Tehnik Penilaian Sikap ada 3 yaitu: Observasi, Penilaian Diri dan penilaian antar teman.

Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan teknik observasi selama periode satu semester oleh guru mata pelajaran (selama proses pembelajaran pada jam pelajaran), guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas (selama peserta didik di luar jam pelajaran) yang ditulis dalam buku jurnal (selanjutnya disebut jurnal). Catatan sikap mencakup catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record), dan informasi lain yang valid dan relevan. Jurnal tidak hanya didasarkan pada apa yang dilihat langsung oleh guru, wali kelas, dan guru BK, tetapi juga informasi lain yang relevan dan valid yang diterima dari berbagai sumber.
Penilaian diri merupakan penilaian terhadap diri sendiri (peserta didik) dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dalam berperilaku. Selain itu penilaian diri peserta didik juga dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri. Hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai dasar bagi guru dalam memberi bimbingan dan motivasi.
Penilaian antarteman merupakan penilaian yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik lain terkait dengan sikap/perilaku. Penilaian antarteman digunakan untuk menumbuhkan beberapa nilai seperti kejujuran, tenggang rasa, apresiasi, dan objektivitas.

B. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar (mastery learning), mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan (diagnostic) proses pembelajaran, untuk perbaikan mutu pembelajaran. Hasil penilaian pengetahuan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk nilai, predikat dan deskripsi. Teknik penilaian pengetahuan yang digunakan adalah tes lisan, tes tertulis, dan penugasan. Selain itu dapat pula digunakan portofolio sebagai masukan dalam merencakan remedial, pengayaan (assessment for learning) dan penyusunan deskripsi kompetensi pengetahuan pada rapor (assessment of learning).
Untuk melakukan Penilaian Pengetahuan terdiri dari 4 cara; Tes Tertulis, Tes Lisan, Portofolio dan Penugasan.

C. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan adalah suatu penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan untuk melakukan tugas tertentudi dalam berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Dalam pelaksanaannya, penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan dipilih sesuai dengan karakteristik KD dari KI-4.
Penilaian kinerja digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran yang berupa keterampilan proses dan/atau hasil (produk). Aspek yang dinilai dalam penilaian kinerja adalah proses pengerjaannya atau kualitas produknya atau kedua-duanya. Sebagai contoh: (1) keterampilan untuk menggunakan alat dan/atau bahan serta prosedur kerja dalam menghasilkan suatu produk; (2) kualitas produk yang dihasilkan berdasarkan kriteria teknis dan estetik.
Penilaian keterampilan terdiri dari: Kinerja, Proyek dan portofolio


Tulisan ini dipublikasikan di Paradigma dan tag , . Tandai permalink.