Bukan sembarang karakter | Selamat Hari Jadi Kota Metro ke-79

Share

Menuju kota Metro yang kreatif dan berkarakter. Sebuah slogan yang tidak terlalu muluk menurut saya, namun sebuah pandangan dalam konteks “kata kerja” yang mengkritik sebuah usaha bersama-sama dalam membangun peradaban baru yang belum terbayang seperti apa nantinya. Mungkin sebuah mission imposible atau sebuah usaha yang tidak realistis bagaimana mungkin mengarah pada sebuah karakter yang tidak jelas karakter seperti apa yang dimaksud. Kalau kita lihat lebih luas wikipedia mengatakan Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya(1). Dalam page tersebut mas Wiki juga menyebutkan macam-macam karakter diantaranya: Pemarah, Penyabar, Ceria, Pemaaf, Tidak percaya diri, Bijaksana, Pendiam, Pendendam, Pengkhianat, Penyayang, Penakut, Pembenci, Pemalas, Rajin, Sombong, Cuek, Penghina, Munafik, Jujur, Licik, Egois, Iri, Tamak, Setia, Buas, Jinak, Eksentrik, Hemat, Boros, dan Pelit.Hari Jadi Kota Metro -79


So… karakter seperti apa yang dimaksud Kota Metro dalam hari jadinya ini. Kacaunya Karakter atau watak (kata penghubungnya atau [bukan dan]) tidak dapat diubah. Dalam kamus Bahasa Indonesia dicontohkan demikian: watak/wa•tak/ n sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar — pencuri, meskipun telah beberapa kali masuk penjara, ia tetap mencuri lagi; kembali pada sebuah rumusan bahwa Karakter tidak dapat dirubah namun sifat dapat berubah.(2)

Yah… karakter dan sifat memang berbeda tetapi memiliki kesamaan yang signifikan.. kalau boleh saya mengatakan bahwa karakter adalah hasil proses transformasi dari sifat yang terjadi berangsur-angsur dalam periode waktu tertentu. Bagaimana untuk menciptakan sebuah karakter? Jawabannya adalah dari paksaan!!! Seseorang anak misalnya dipaksa untuk melakukan sesuatu secara rutin dan terus menerus, beberapa waktu kemudian tanpa disuruh anak akan melakukan hal tersebut, inilah yang disebut dengan kebiasaan. Karena biasa melakukan hal tersebut akan hadir rasa tidak nyaman bila tidak melakukan hal itu, inilah yang disebut sifat. Ketidaknyamannya bila tidak melakukan hal itu, dan memiliki keharusan untuk melakukan itu akan menjadi ciri khas nya, dan inilah yang disebut karakter. Membangun karakter adalah sebuah proses yang memakan jangka waktu yang tidak sebentar dan bervariasi, bisa 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun bahkan seumur hidup pun karakter akan terus terbangun.

Kota Metro dengan 68.74 km2 (26.54 mil²) terbagi atas 5 kecamatan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kelurahan dan Kecamatan di Kota Metro, wilayah administrasi pemerintahan Kota Metro dimekarkan menjadi 5 kecamatan yang meliputi 22 kelurahan. Dengan 11 Perguruan Tinggi baik Negeri dan Swasta, 117 sekolah mulai dari SD hingga SMA/K dengan 5,617 orang guru dan tenaga kependidikan dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah dan 142 orang yang berkecimpung di Pendidikan Usia Dini (PAUD). Kota Metro dengan Visinya berusaha untuk Mewujudkan Kota Metro Sebagai Kota Pendidikan yang unggul dan masyarakatnya yang sejahtera.

Pembangunan Karakter yang dimaksud dari Kota Metro sendiri melalui visinya tentu saja menggunakan Pendidikan sebagai peningkatan kesejahteraan warganya. Dengan pendidikan yang berkualitas maka akan terbangun sumber daya manusia yang handal dan bertanggung jawab demi kesejahteraan bersama. Tentu saja karakter-karakter manusia yang positif dengan sifat membangun yang dibutuhkan saat ini. Karakter positif tersebut dapat dikembangkan dengan cara pembiasaan dan “pemaksaan” secara terus menerus dengan iklim pendidikan yang komprehensif serta tanggap akan perubahan zaman dan modernisasi. Pembangunan karater tentu saja akan menjadi lebih indah dengan melihat komplektisitas yang ada di kota Metro ini. Tanggung jawab dan usaha bersama haruslah terjalin untuk membangun sifat dan karakter ditengah kemajemukan itu.

Selamat hari jadi Kota Metro ke 79, semoga menjadi kota yang memiliki kebiasaan-kebiasaan positif sehingga menghasilkan sifat-sifat bertanggung jawab, pantang menyerah terwujudnya karakter Kota Metro yang memiliki kreatifitas dan inovasi yang membanggakan.


Tulisan ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *