Aplikasi Dapodik versi 2016

Share

Dengan tampilan baru aplikasi dapodik generasi ke 5 atau G5, memiliki wajah baru dan banyak beragam fiture baru yang harus kita cermati bersama, dapodikdas kini telah memiliki tampilan baru, apa saja yang baru lihat penjelasan berikut ini.
Yang baru pada aplikasi dapodik v.2016: Satu aplikasi untuk semua satuan pendidikan; Tampil dengan wajah baru; Registrasi online dan offline (Registrasi online tidak memerlukan data prefill – Registrasi offline memerlukan data prefill Gunakan username dan password yang terdaftar di server Dapodik)

tampilan dapodik v2016

tampilan dapodik v2016

Halaman generate prefill yang baru; Kab/Kota bertanggung jawab atas pengguna dapodik; Fungsi tambah PTK baru dinonaktifkan artinya tambah data PTK baru dapat dilakukan oleh KKDATADIK dan Bidang Kepegawaian Dinas pendidikan kabupaten/kota; Foto profil pengguna dan sekolah (foto hanya tersimpan di database lokal saja, tidak terkirim ke server pusat); Mari isi data pendukung Sekolah Aman; Pembaruan menu sanitasi; Pembaruan menu MoU Kerjasama untuk SMK; Siapkan data peserta didik penerima KIP Bag (Bagi peserta didik yang bersedia menerima KIP, inputkan data yang diminta sesuai dengan yang tertera pada KIP)i; Status kondisi prasarana; Pembaruan validasi.
Unduh installer aplikasi dapodik versi 2016 dari laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

Pesan pak Mentri
“Bukan tanpa alasan Ki Hadjar Dewantara menggunakan istilah “taman” sebagai konsep pendidikannya. Taman berarti sebuah tempat bermain. Teduh, tenang dan tentunya menyenangkan hati menghabiskan waktu di taman. Ki Hadjar ingin konsep pendidikan seperti sebuah taman. Pendidikan haruslah menyenangkan, belajar adalah proses kegembiraan.
Ketika lonceng sekolah berbunyi semestinya sebuah tanda dimulainya kegembiraa. Lalu ketika lonceng pulang berbunyi anak-anak akan enggan pulang karena ia tak ingin kesenangannya berhenti.
Ikhtiar untuk mendorong pendidikan sebagai sebuah kegembiaraan itu terus kirra dorong bersama. Salah satu masalajj yang timbul selama ini adalah pendidikan terasa seperti sebuah penderitaan. Ketika menemui duru dan murid mereka mengeluhkan beberapa hal yang tentunya ingin kita bereskan bersama.”

Sumber: http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/


Tulisan ini dipublikasikan di info kini dan tag , . Tandai permalink.